Tips Perawatan Hardware PC
Umumnya gangguan kerusakan
hardware berasal dari :
1. Panas berlebih (overheat) yang timbul
selama kita mengoperasikan komputer. Tanpa kita sadari partikel-partikel debu
yang halus akan mengotori bagian dalam komputer kita (kotak/casing CPU). Debu
inilah yang biasanya mengurangi kelancaran sirkulasi udara dalam kotak CPU
sehingga proses pendinginan oleh kipas-kipas pendingin menjadi kurang optimal.
Sehingga PC mudah hang/crash atau terkadang re-start sendiri.
2. Konsumsi daya kurang stabil karena kualitas “stabilizer”
atau “power supply” kita kurang bagus. Ini dapat anda cek (tergantung
merk/tipe motherboard yang anda gunakan) dengan menekan tombol “Del” atau “F1”
atau” F2” saat anda menyalakan PC maka muncul tampilan “bios setup utility”
lalu cari menu “hardware monitoring” disitu terlihat nilai voltage yang
dibutuhkan setiap peripheral pada CPU anda. Voltage yang dibutuhkan adalah
+3,3V, +5V, dan +12V sedangkan power supply yang bagus mampu menyediakan daya
tidak kurang 10% dan tidak lebih 10% dari nilai +3,3V, +5V dan +12V. Jika
voltage naik/turun terlalu cepat/drastis maka sebaiknya anda mengganti
stabilizer dan power supply, bila tidak? Maka kinerja setiap periferal kurang
stabil dan khususnya memperpendek umur motherboard.
3. Pada “stop kontak” atau “jaringan kabel listrik”
dirumah anda tidak memiliki kabel arde atau jaringan ground (sama seperti
penangkal petir), misalnya anda terasa kesetrum bila menyentuh Casing CPU saat
kondisi on maupun standby. Ini disebabkan “aliran listrik statis”. Bila
jaringan listrik anda “aman” maka hal tersebut tidak terjadi karena arus AC dari
“stop kontak” akan diubah oleh “power supply” menjadi arus DC dan aliran
listrik statis berlebih dibuang melalui kabel arde/ground. Maka arus DC
mengalir pada setiap rangkaian CPU tidak membuat kita kesetrum lagi dan yang
penting peripheral CPU lebih awet.
4. Sering mati lampu. Umumnya merusak harddisk,
seperti kita ketahui harddisk memiliki kecepatan putar dengan stabil pada 5400
Rpm (Rotation per minutes) ada juga yang 7200 Rpm. Nah disaat berputar
secepat itu, tiba-tiba listrik mati, otomatis berhenti mendadak apabila pas
disaat head menempel pada piringan disk (plate) sebagai media penyimpanan data,
nah akibatnya timbul goresan fisik yang biasa disebut bad sector. Bad sector
bisa juga terjadi karena memang harddisk-nya sudah tua atau sudah waktunya diganti.
Bad sector pada harddisk sendiri ada yang bisa disembuhkan ada yang tidak.
Sebenarnya bad sector ada dua macam yaitu bad sector secara fisik dan bad
sector elektrikal. Kalau bad sector-nya fisik (plate-nya tergores pada head-nya
karena shutdown tidak benar atu mati listrik atau reset tiba-tiba), tidak bisa
diperbaiki. Tetapi ada kemungkinan, harddisk tersebut masih bisa digunakan
dengan "memotong" harddisk (merepartisi). Bila dirumah anda sering
sekali pemadaman listrik sebaiknya gunakan UPS untuk melindungi PC anda.
Masih jarang pemilik
komputer pribadi yang memiliki ruang kerja ideal, ber-AC, bebas polusi udara,
dan kelembaban udara yang juga terjaga. Keterbatasan sarana dan prasarana fisik
seperti ini sebenarnya dapat dikompensasi dengan perawatan komputer secara
teratur. Tanpa perlu menunggu komputer kita mengalami gangguan lebih dulu,
sekiranya kita memiliki cukup waktu luang minimal sebulan sekali, ada baiknya
kita mulai melakukan “bersih-bersih” segala komponen yang ada dalam kotak
tersebut.
Berikut adalah urutan langkah-langkah yang bisa kita lakukan :
1. Persiapkan segala peralatan yang dibutuhkan
seperti obeng, lap pembersih, dan sikat atau kuas antistatik.
2. Pastikan komputer dalam keadaan mati (tidak
dalam kondisi on atau standby).
3. Setelah komputer dalam keadaan “dingin” (jika
sebelumnya baru habis dipakai), lepaskan seluruh kabel yang menghubungkan
komputer dengan catu daya, monitor, printer, speaker, mouse, dan lain-lain.
Jika belum terbiasa dengan tata letak sambungan kabel, catatlah agar tidak mengalami
kebingungan kelak saat memasangnya kembali.
4. Bukalah casing (kotak) komputer.
5. Lepaskan card-card yang tertancap di slot-slot
ekspansi (sound card, VGA card, dll), kabel data IDE/SATA yang menghubungkan
perangkat IDE/SATA dengan motherboard komputer, serta kabel arusnya. Jangan
melepas atau memindah-mindah letak jumper atau konektor-konektor yang lain jika
tidak tahu kegunaannya atau belum cukup berpengalaman. Lepaskan pula
perangkat-perangkat yang menempati rak komputer (harddisk, optical drive) untuk
mempermudah pembersihan.
6. Lepaskan kipas-kipas pendingin (CPU dan/atau
kartu VGA) lalu bersihkan. Bila tersedia, bersihkanlah dengan memakai udara
bertekanan (kompresor) agar debu-debu yang ada dicelah-celah kisi-kisi bisa
disingkirkan. Biasanya debu atau kotoran yang menumpuk di sini yang menyebabkan
proses pendinginan CPU atau VGA card kurang lancar, yang akibatnya komputer
cepat panas dan kerap crash (hang).
7. Bersihkan permukaan motherboard dan casing
komputer dengan sikat antistatik. Bersihkan pula jalur-jalur konektor kartu
ekspansi dari kotoran atau noda yang mungkin timbul.
8. Gantilah baterai CMOS dengan yang baru jika
telah terpakai lebih dari 3 tahun.
9. Keluarkan bola mouse dari tempatnya dan
bersihkanlah dengan sabun atau deterjen, bongkar pula badan mouse dan
bersihkanlah poros-poros yang bersinggungan dengan bola mouse (jika
menggunakan mouse jadul). Bersihkan pula sensor-sensor
inframerah agar pergerakan kursor di layar monitor kembali mulus.
10. Untuk monitor bersihkan permukaan dan layarnya
dengan kain bersih, lunak, dan lembab. Jagalah agar jangan sampai cairan apapun
masuk ke dalam karena akan menyebabkan hubungan pendek/konslet.
11. Jika merasa perlu membersihkan bagian dalam
monitor, lakukanlah ekstra hati-hati dengan menggunakan kuas antistatik. Demi
keamanan, kabel tegangan tinggi dishort terlebih dahulu untuk menghilangkan
muatannya. Jagalah agar monitor selalu kering.
12. Bersihkan permukaan keyboard, terutama di
sela-sela tuts yang mungkin terselip remah-remah makanan (terutama jika punya
kebiasaan buruk menjalankan komputer sambil makan).
13. Pasang kembali seluruh komponen dan kabel yang
telah terbongkar ke tempat semula. Jika memungkinkan, sebaiknya
perangkat-perangkat IDE/SATA (harddisk, optical drive) dipasang pada kabel data
IDE/SATA yang berbeda agar akses ke masing-masing perangkat IDE/SATA berjalan
tanpa hambatan.
14. Nyalakan komputer dan pastikan bahwa komputer
tetap berjalan secara normal. Jika ada kesalahan, segera matikan komputer dan
periksalah apakah semua komponen dan kabel telah terhubung sebagaimana
mestinya.
15. Pastikan bahwa konfigurasi sistem tidak
berubah. Periksalah Device Manager pada System Properties
untuk memastikan tidak terjadinya konflik hardware atau dengan software lain
seperti misalnya Tune Up Utilities.
16. Secara berkala bersihkanlah optical drive dengan
cleaner yang sesuai untuk menjamin pembacaan data dari CD/DVD/BluRay Disc tetap
akurat dan tidak pernah mengalami gangguan.
sumber:http://wwwsyarifhidayat.blogspot.com/2012/03/makalah-perawatan-pc.html